View Single Post
Old 1st March 2018, 12:25 PM   #1
Sek Des
 
Join Date: 20 Jan 2018
Userid: 6851
Posts: 219
Likes: 0
Liked 0 Times in 0 Posts
Default Oposisi Venezuela akan Boikot Pemilu, Maduro Perkuat Kekuasaannya

Maduro, yang mulai menjabat semenjak 2013 setelah kematian Hugo Chavez, masih belum populer ditengah-tengah memburuknya krisis ekonomi, melonjaknya kemiskinan, maraknya kejahatan, sanksi internasional dan eksodus ratusan ribu warga Venezuela yang mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri. Oleh karena itu, oposisi Venezuela berencana untuk boikot pemilu agar kekuasaan serta posisi Maduro bisa diperkuat.

Oleh: Ana Vanessa Herrero, Kirk Semple (The New York Times)

Aliansi partai oposisi Venezuela mendeklarasikan pada hari Rabu (21/2) bahwa mereka akan memboikot pemilihan presiden mendatang, dikarenakan sistem pemilu telah dicurangi agar menguntungkan Presiden Nicolas Maduro dan Partainya Persatuan Sosialis Venezuela.

Keputusan oposisi Venezuela tersebut membuka jalan bagi pemilihan kembali Maduro untuk kembali memerintah selama enam tahun kedepan dan membuat kesempatan bagi oposisi politik, yang posisinya semakin melemah semenjak kekalahan pemilu terakhir dan keretakan internal, semakin diragukan.

Pengumuman oleh oposisi Venezuela tersebut muncul setelah berminggu-minggu perdebatan berkaitan dengan keputusan di Januari oleh Majelis Kontituens yang mahakuasa untuk mempercepat proses pemilu, sebuah langkah yang dikecam oleh oposisi Venezuela. Tanggal pemilu ditetapkan akan berlangsung pada bulan ini oleh Komisi Pemiilhan Nasional.

Pihak koalisi terlah terpecah menjadi pihak yang berpendapat bahwa partisipasi dalam pemilu 22 April dapat dipastikan akan berakhir dengan kekalahan dan melegitimasi kekuasaan Maduro, dan pihak yang berpendapat bahwa partisipasi dalam pemilu merupakan peluang, seberapapun kecilnya, untuk mewujudkan perubahan.

Dalam sebuah pernyataan, pihak koalisi, Persatuan Meja Bundar Demokrat, mengatakan bahwa pemilu yang akan dilaksanakan masih “prematur” dan tidak memiliki “kondisi yang layak,” dan menyebutnya “sebuah pertunjukan oleh pemerintah untuk memberikan kesan legitimasi yang sebenarnya tidak mereka miliki ditengah-tengah penderitaan rakyat Venezuela.”

Pengumuman tersebut menjadikan Javier Bertucci, Pastur Envangelis yang tidak banyak dikenal, sebagai satu-satunya calon selain Maduro.

Maduro menantang sikap yang ditunjukkan oleh pihak oposisi Venezuela, berjanji bahwa dia akan tetap menggelar pemilu pada 22 April meskipun ada boikot, dan meningkatkan dukungannya; Dia mengatakan bahwa dia akan meminta Majelis Konstituen untuk mengadakan pemilihan umum pada 22 April yang akan mencakup Majelis Nasional yang tidak dikontrol oposisi Venezuela, tetapi juga dewan legislatif pemerintah kota dan negara bagian.

Jika oposisi Venezuela masih memutuskan untuk memboikot pemilu itu juga, maka pada dasarnya Maduro dan partainya akan mengontrol hampir semua kantor pemilihan di negara.

Kemenangan, katanya, akan memastikan beberapa tahun “kepastian langkah, tanpa memerlukan pemilu, untuk menyusun apa yang perlu direncanakan dalam ekonomi.”

Luis Vicente Leion, Presiden firma pemungutan suara Datanalisis, mengatakan bahwa usulan Maduro menyertakan “renovasi total institusi, mengetahui bahwa kemungkinannya kecil bagi oposisi Venezuela untuk mendapatkan posisi yang relevan.”

Aliansi oposisi Venezuela mengatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan keputusan mereka jika beberapa ketetapan dapat dipastikan, termasuk tanggal pemilu di paruh kedua tahun ini, komisi pemilihan yang lebih seimbang dan hadirnya pengamat internasional, serta beberapa ketetapan lainnya.

“Jika tidak, jangan mengandalkan Persatuan Demokratik atau orang-orang untuk mendukung apa yang sampai sekarang hanyalah simulasi pemilihan presiden yang tidak benar dan tidak sah,” kata pernyataan tersebut.

Maduro, yang mulai menjabat semenjak 2013 setelah kematian Hugo Chavez, masih belum populer ditengah-tengah memburuknya krisis ekonomi, melonjaknya kemiskinan, maraknya kejahatan, sanksi internasional dan eksodus ratusan ribu warga Venezuela yang mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri. Tapi dengan kontrol sistem legislatif negara, mesin pemilihan dan pengadilan tertinggi, kekuasaan Maduro tak terbendung.

Setelah menentang demonstrasi jalanan yang keras tahun lalu, dia maju ke depan dengan pemilihan Majelis Konstituante dan melemahkan Majelis Nasional yang dikuasai oposisi.

Partainya kemudian mendominasi pemilihan daerah, mengambil sebagian besar pemilihan gubernur di negara tersebut, dan memperkuat keuntungannya dengan menyapu pemilihan kota di tengah pemboikotan oleh aliansi oposisi. Sanksi dan penghukuman internasional tampaknya tidak memperlambat momentumnya.

Selama masa kepresidenannya, banyak musuh Maduro yang paling populer di oposisi entah telah dilarang memegang jabatan publik, dipenjara atau dikirim ke pengasingan.

Sumber : Oposisi Venezuela akan Boikot Pemilu, Maduro Perkuat Kekuasaannya
Itsaboutsoul is offline   Reply With Quote
Sponsored Links